Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Posted on by Alex

Albania, Irlandia Utara dan Wales Sebagai Buah Hasil Peraturan Baru Euro 2016

Albania, Irlandia Utara dan Wales Sebagai Buah Hasil Peraturan Baru Euro 2016

Terpilihnya Michel Platini sebagai presiden saat ini FIFA memiliki pengaruh penting pada ajang EURO 2016. Ada beberapa perubahan yang dibuat oleh sang presiden tentang peraturan-peraturan di ajang EURO 2016 nanti. Keputusan adalah sebuah keputusan yang bisa dibilang keputusan terbaik dibandingkan presiden-presiden sebelumnya, terlebih lagi untuk perkembangan sepak bola dunia. Akan tetapi, tidak semua pihak menyetujui akan keputusan yang sudah diambil oleh Michel Platini. Hal ini membuat keputusan Michel Platini menjadi sebuah ironi dimana menguntungkan salah satu pihak dan merugikan dipihak lainnya. Adapun salah satu keputusan yang dibuat oleh Michel Platini adalah dengan menambahkan kuota jumlah peserta dari EURO 2016. Pada awalnya ajang EURO hanya diikuti oleh 16 tim nasional yang sudah berhasil lolos dari babak kualifikasi. Namun, Platini merubah sistem tersebut menjadi 24 tim nasional yang bisa berlaga pada ajang EURO 2016 ini. Secara matematis jumlah peserta ini akan dibagi menjadi enam grup yang setiap grupnya akan diisi oleh empat grup. Namun tentu saja hal ini sedikit membingungkan karena apabila ditari juara grup dan juara dua grup dari setiap grup akan tidak berjumlah stabil atau sekitar berjumlah 12 tim. Untuk mengantisipasi ini, Platini pun menambahkan regulasi lainnya yaitu akan lolosnya empat peringkat ketiga terbaik dari setiap grupnya dan hasilnya akan berjumlah 16 tim yang lolos. Dengan adanya peraturan baru ini, di sisi lain, tentu saja akan memperkendor daya saing dari setiap timnya dimana mereka tidak akan memaksimalkan cara bermainnya karena dengan bergantungnya di posisi ketiga pun masih memiliki posibilitas yang tinggi untuk lolos ke babak 16 besar.

  • Keuntungan

Disatu sisi, tentu saja keputusan ini adalah keputusan yang sangat menguntungkan bagi tim-tim kecil di Eropa. Sebut saja Skotlandia, Slovenia, Israel, dan juga Republik Irlandia. Hal ini pun ditanggapi dengan baik oleh beberapa negara kecil yang pada akhirnya berhasil lolos ke ajang EURO 2016, seperti Albania, Irlandia Utara dan juga Wales. Dengans semakin bertambahnya posibilitas mengikuti ajang EURO, beberapa negara kecil semakin antusias dalam bersepak bola dan tentu saja ini adalah hal yang sangat baik yang merupakan salah satu pengaruh dari keputusan sang presiden FIFA, Michel Platini. Hal ini pun berefekpada negara-negara besar seperti Inggris, Perancis, Spanyol, Italia dan yang lainnya untuk bisa lebih bersantai dalam babak kualifikasi. Dibandingkan dengan regulasi sebelumnya, beberapa tim nasional besar pun harus turut mengeluarkan tenaga penuh agar bisa lolos dalam ajang kualifikasi EURO. Dengan adanya penambahan kuota dari ajang EURO, beberapa tim-tm besar lebih memilih untuk menurunkan beberapa pemain muda demi mencari komposisi yang pas dibandingkan mencoba kekompakan mereka dengan komposisi pemain yang harusnya sudah ditentukan jauh-jauh hari. Namun, hal ini lah yang biasanya menjadi faktor terbesar akan hancurnya tim-tim besar di ajang EURO ataupun Piala Dunia. Terlalu banyaknya pemain yang berkualitas pada satu negara bisa membuat sang pelatih kebingunan untuk memilih siapa saja yang cocok untuk menjadi pemain andalannya di ajang-ajang tersebut. Tentu saja hal ini pun bisa membuat kerja sama antar pemain tidak terbentuk dengan baik dan bisa menjadi kelemahan dari negara tersebut.

  • Kerugian

Di sisi lain, hal ini bisa saja menurunkan kualitas dari pertandingan-pertandingan EURO 2016 nanti. Mengapa? Tentu saja hal ini disebabkan oleh banyaknya posibilitas akan lolos dari fase grup. Dengan adanya peraturan yang membuat juara ketiga grup pun bisa lolos ke babak 16 besar, hal ini akan sangat dimanfaatkan oleh beberapa ti nasional untuk tidak terlalu bermain mati-matian pada ajang EURO nanti. Ditambah lagi jumlah pertandingan akan bertambah banyak hampir dua kali lipat dengan banyaknya kemungkinan akan bertemunya beberapa negara kecil dan debuta di ajang EURO. Terlebih lagi untuk para pecinta setia sepak bola, mereka pasti menginginkan pertandingan besar yang seru nan berkualitas di ajang EURO nanti. Hal ini lah yang membuat keputusan dari Platini sangatlah ironi. Keputusan yang ia buat bisa saja menjadi kabar segar yang sangat menguntungkan untuk negara-negara kecil, namun bisa saja menurunkan kualitas dan greget dari setiap pertandingannya dan hal ini pun akan berpengaruh pada para penggemar EURO dimanapun mereka berada.